Rabu, 20 September 2017

DELETE PEJABAT BERBISNIS

DELETE PEJABAT BERBISNIS
Lama tidak bergossip masalah-masalah sekitar istana. Saking banyaknya data saya ngak kuat juga nyimpennya, sedikit kita menulis gosip kali ini. namanya juga gosip “makin di GOSok makin SIP”.
Mendengar gossip di kalangan kabinet bahwa china kecewa dengan penamaan laut Natuna Utara di peta nasional indonesia membuat LBP blingsatan karena sebagai “petugas” china dia dianggap tidak berprestasi.
Proyek china melalui dirinya yang kelewatan menekan sana sini mendapat ancaman china investasi china yang baru bisa ngak lewat LBP. Dia panik lah.
Kegagalan mendapatkan freeport papa minta saham yang di belakangnya china itu tidak berhasil karena sekarang di alihkan ke BUMN membuat “china dan para agentnya” kehilangan peluang. Ini juga memberi nilai negatif performa dirinya dimata china sebagai manusia serba samber.
Pemuja china dan team di belakang LBP di medsos sering membantai tulisan saya dan juga menjelek-jelekan saya sekarang nambah meradang karena semua tulisan saya mengarah pembuktian dalil yang saya argumenkan, benar.
Saya anti duit china apa lagi OBOR yang di banggakan pemuja LBP dan pro china, saya anti teknologi china, dan saya anti dengan BUMN china. Jangankan BUMN china. Di inonesia saja dari 118 BUMN dengan anak usahanya yang mengurita samapi 1000 perusahaan kalau saya di kasih tingkat komando saya tebas tinggal 20 perusahaan (ngimpiiii). Nah mau dagang sama BUMN china? Entar dulu.
Hal-hal seperti ini membuat saya berseberangan dengan LBP dan team pendukungnya. Dan kedepan sebaiknya ini dibuatkan diskusi sehat terbuka di publikasikan kalau perlu. Anti OBOR (saya dan beberapa orang), pro OBOR team LBP cs.
Di sosmed ada tuh yang selalu menulis kehebatan china, saya tidak bantah namun saya meng-anggap tidak memberi benefit ke indonesia, tetapi malahan memberi benefit ke china iya. Jadi pemuja china itu ya memang menguntungkan china. Sementara anti china itu menguntungkan NKRI.
Jangan di balik, saya anti china di anggap anti pemerintah. Saya di anggap merugikan Indonesia, ya engak gitu lah!!. Saya ini benar merugikan, tapi merugikan China.
Contoh deh proyek china kalau membangun, katakan nilainya 1 triliun, bank nya , bank china, bunga dan fee bisa 10% setahun kalau proyeknya 15-20 tahun IRR nya maka nilai investasi sudah 2 kali lipat hanya dari “beban bunga”.
EPC engineering procurement contractor yang merupakan 70%-80% dari nilai proyek balik lagi ke china lagi. Tinggal ngak lebih 10-15 % buat SDM dan buat pembebasan lahan serta perizinan. Kecil sekali buat indonesianya.
Konsep membangun dan investasi duit china, saya ngak setuju. Banget.
Karena prinsip seperti ini saya berseberangan dengan LBP dan lingkarannya yang terlalu membawa kiri dan mengagungkan kiri dan kuning ini. gara-gara team begini juga selama berkuasa pak Jokowi di bawa miring ke kiri. Baru naik presiden saja sudah di bawa ke china, sudah 6 kali presiden di bawa ke china hingga saat ini.
Mungkin karena didikan akademi saya sering di beri wejangan hati-hati pasukan kuning tiongkok ini jadinya saya selalu waspada dengan mereka.
Nah ada satu hal yang saya pasti yakin dan sangat yakin.
Kecerobohan dengan amerika di freeport terjadi lagi. Memang “treat analisis” di istana lemah, kuning tidak di pelajari, red white blue sama tidak di pelajari dengan seksama.
Bahkan jonan pernah berkata freeport kirain gajah ternyata sapi. Ini pernyataan pejabat ijo atau sok ngerti ya. Yang sekarang pada menjilat ludah sendiri.
Propaganda dapat 51% seakan indonesia berdaulat percaya saya, sebentar lagi di ubah. 51% yang tadinya BUMN atau negara, pasti di ubah. saya yakin tersadar juga pejabat dan lingkar istana bahwa salah negara ambil.
Pasti tidak di ambil BUMN atau pemerintah. Itu pun saya terus menuliskan, jangan 51% di ambil pemerintah, bahaya. Tujuannya ambil freeport apa sih?
Lalu bagaimana sebaiknya, ambil swasta nasional. Dan saya percaya pendapat saya ini di terima pemerintah. Pasti swasta nasional yang ambil. Pasti kebijaknannya freeport di ambil negara atau BUMN di ubah. Pasti swasta. Sekarang istana mulai menyadari betapa liciknya amerika, dan sekarang sudah mulai menyadari juga betapa nakalnya china. Agak tela
Tulisan kita yang kita berondong terus dan ketika masuk ke istana awalnya di hardik, namun selama berbasis fakta dan untuk negara kenapa takut. Kita bombardier terus, masuk terus data tersebut dan mulai terjadi pelunakan respondnya juga terhadap masukan-masukan lainnya yang senada dengan kita.
Gejala itu mulai nampak di banyak tindakan pemerintah dalam 1 minggu ini. Tentu bukan saran saya saja, yang lain yang lebih kompeten saran-sarannya mulai masuk dan ini menggoyangkan orang seperti LBP.
Demi negara NKRI kita harus berdiri diatas keuntungan rakyat bersama. Bukan untung rugi saja di lihat tetapi benefit. Dan benefit itu tidak melulu uang.
Kalau uang maka seperti pejabat negara , seperti pengusaha yang wapres atau LBP keduanya pejabat tapi bisnis dan uang orientasinya. Mereka masih tidak bisa meninggalkan “keinginan untuk punya uang lebih”. Padahal kalau pejabat ya pejabat, stop urusan pribadi apalagi urusan mencari uang dengan menggunakan jabatan.
Jadi kok saya percaya akan ada perubahan minor di indonesia ini terhadap pejabat yang “ngabot-ngaboti” rencana 2019. Mereka pasti akan di coret atau manut, follow kebenaran NKRI garis lurus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar